Home » » Sejarah Institut Teknologi Bandung: Dari THS Hingga Pelopor Sains dan Teknologi Indonesia

Sejarah Institut Teknologi Bandung: Dari THS Hingga Pelopor Sains dan Teknologi Indonesia

 

Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan perguruan tinggi teknik tertua di Indonesia. Perjalanannya melintasi berbagai era sejarah, berperan penting tidak hanya sebagai pusat pendidikan teknik, tetapi juga sebagai tempat lahirnya pemikiran kebangsaan dan inovasi sains di tanah air.

1. Era Kolonial Hindia Belanda: Technische Hoogeschool te Bandoeng (1920–1942) 

Cikal bakal ITB bermula pada 3 Juli 1920 ketika pemerintah kolonial Hindia Belanda mendirikan Technische Hoogeschool te Bandoeng (THS). Pendirian THS ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli teknik di wilayah jajahan pasca-Perang Dunia I.

Kampus THS dirancang oleh arsitek Belanda Henri Maclaine Pont, menggabungkan elemen gaya arsitektur vernakular Indonesia (atap Minangkabau/Sunda) dengan struktur kayu modern, yang hingga kini berdiri kokoh sebagai Aula Barat dan Aula Timur Kampus Ganesha.

Salah satu alumnus paling fenomenal dari era THS adalah Ir. Soekarno, yang menempuh pendidikan teknik sipil dan lulus pada tahun 1926 sebelum menjadi Proklamator serta Presiden Pertama Republik Indonesia.

2. Masa Pendudukan Jepang dan Perang Kemerdekaan (1942–1949) 

Saat Perang Dunia II berkecamuk dan Jepang menduduki Indonesia pada tahun 1942, THS ditutup sementara. Pemerintah militer Jepang kemudian membukanya kembali pada tahun 1944 dengan nama Bandung Kogyo Daigaku (BKD).

Setelah Proklamasi Kemerdekaan 1945, lembaga ini bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung. Namun, akibat dinamika perang kemerdekaan dan Agresi Militer Belanda, STT Bandung sempat memindahkan kegiatan perkuliahan ke Yogyakarta—yang kelak menjadi salah satu cikal bakal pendirian Universitas Gadjah Mada (UGM).

3. Era Fakultas Teknik Universitas Indonesia (1947–1959) 

Di sisi lain, pihak Belanda yang kembali ke Bandung mendirikan Nood-Universiteit pada tahun 1946. Pada tahun 1947, bagian teknik dan ilmu pasti alam di Bandung diintegrasikan menjadi Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) di bawah naungan Universiteit van Indonesië (yang kemudian menjadi Universitas Indonesia). Selama lebih dari satu dekade, kampus Jalan Ganesha beroperasi sebagai bagian dari UI yang berpusat di Jakarta.

4. Peresmian Mandiri sebagai ITB (2 Maret 1959) 

Seiring meningkatnya kebutuhan akan institusi sains dan teknologi yang mandiri serta berfokus penuh pada pembangunan nasional, Presiden Soekarno meresmikan berdirinya Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2 Maret 1959.

Sejak saat itu, ITB terlepas dari Universitas Indonesia dan berdiri sebagai perguruan tinggi negeri yang mandiri dengan fokus pada bidang teknik, sains murni, serta seni rupa.

Transformasi ITB

Pendirian THS te Bandoeng tanggal 3 Juli 1920
Pemerintah Hindia Belanda mendirikan sekolah tinggi teknik pertama dengan satu jurusan, yaitu de Faculteit van Technische Wetenschap (Teknik Sipil).
  • Kelulusan Ir. Soekarno pada 1926
  • Soekarno lulus dari THS dan meraih gelar Ingenieur (Ir.) dalam bidang teknik sipil.
  • Saat pendudukan Jepang THS berubah menjadi Bandung Kogyo Daigaku tahun 1944 
  • Pengoperasian kembali kampus di bawah pemerintahan militer Jepang.
  • THS terntegrasi dengan Fakultas Teknik & FIPIA UI antara tahun 1947-1959 (Kampus Bandung beroperasi sebagai bagian dari jaringan Fakultas Teknik dan Sains Universitas Indonesia).
  • Pendirian Resmi ITB pada tangga 2 Maret 1959
  • Pemerintah Republik Indonesia meresmikan ITB sebagai perguruan tinggi teknik mandiri.
  • Penetapan PTN-BH pada tahun 2013
  • ITB ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) dengan otonomi penuh dalam pengelolaan akademis dan finansial.

Pada saat ini ITB mengusung motto "In Harmonia Progressio" (Maju Bersama dalam Keselarasan), ITB kini tidak hanya berpusat di Kampus Ganesha, tetapi telah berkembang memiliki multikampus di Jatinangor dan Cirebon. ITB menaungi 12 Fakultas dan Sekolah yang mencakup disiplin ilmu teknik, sains murni, seni dan desain, hingga bisnis dan manajemen.

5. Arti dan Makna Lambang Institut Teknologi Bandung

Lambang Institut Teknologi Bandung (ITB) diciptakan pada tahun 1952 oleh Prof. A.D. Pirous (tokoh seni rupa dan dosen FSRD ITB) bersama tim, yang kemudian disahkan sebagai lambang resmi ITB. Lambang ini berakar dari mitologi Nusantara dan mencerminkan nilai-nilai pendidikan, kebudayaan, serta perkembangan sains dan teknologi.

1. Unsur-Unsur Utama Lambang

  • Ganesha (Dewa Ilmu Pengetahuan):

    • Elemen pusat lambang menggambarkan figur Ganesha, dewa dalam mitologi yang melambangkan keilmuan, kebijaksanaan, dan penghancur segala rintangan (Vighneswara).

    • Pilihan figur Ganesha menegaskan bahwa ITB adalah tempat menuntut ilmu pengetahuan untuk mengatasi berbagai persoalan bangsa.

  • Gading Patah:

    • Salah satu gading Ganesha digambarkan patah. Ini melambangkan kesediaan untuk berkorban demi menuntut ilmu dan membela kebenaran.

  • Mangkok Saji / Mangkok Amerta (Atas Mangkok Tinta):

    • Tangan Ganesha memegang mangkok yang melambangkan sumber ilmu pengetahuan yang tiada habisnya untuk dibagikan kepada masyarakat.

  • Bunga Teratai (Padma):

    • Ganesha duduk di atas landasan bunga teratai. Teratai melambangkan kesucian, kearifan, dan keluhuran budaya. Walaupun tumbuh di lumpur, bunga teratai tetap mekar dengan indah dan bersih.

  • Ornamen Kelopak Segi Lima / Bingkai:

    • Bingkai luar berbentuk kelopak bunga bersudut lima melambangkan Pancasila sebagai dasar filosofis dan ideologi bangsa Indonesia.

2. Arti Filosofis Keseluruhan

Secara keseluruhan, lambang ITB bermakna bahwa ITB adalah institusi pengembang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang dilandasi kebijaksanaan, kearifan budaya, serta pengorbanan demi kemajuan dan keluhuran bangsa Indonesia berdasarkan Pancasila.

3. Motto: In Harmonia Progressio

Di bawah lambang ITB sering kali menyertai motto resmi bahasa Latin: "In Harmonia Progressio", yang berarti "Maju Bersama dalam Keselarasan". Motto ini menjadi prinsip dasar ITB dalam menyelaraskan perkembangan sains, teknologi, dan seni dengan kelestarian lingkungan dan nilai-nilai kemanusiaan.

6. Fakultas dan Program Studi Unggulan di Institut Teknologi Bandung

Institut Teknologi Bandung (ITB) menyelenggarakan jenjang pendidikan yang mencakup Sarjana (S1), Magister (S2), Doktoral (S3), hingga Program Profesi.

Berbeda dengan beberapa perguruan tinggi lainnya, pada tingkat pendaftaran seleksi awal (SNBP/SNBT/Mandiri), mahasiswa calon Sarjana ITB umumnya diterima di tingkat Fakultas/Sekolah, baru kemudian memilih jurusan spesifik (Program Studi) di tahun kedua.

Daftar Fakultas dan Sekolah di ITB

ITB mengelola 12 Fakultas dan Sekolah yang tersebar di Kampus Ganesha (Bandung), Kampus Jatinangor, serta Kampus Cirebon:

  1. STEI – Sekolah Teknik Elektro dan Informatika

  2. FTTM – Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan

  3. FTMD – Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara

  4. FTI – Fakultas Teknologi Industri

  5. FTSL – Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan

  6. SAPPK – Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan

  7. FMIPA – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

  8. FITB – Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian

  9. SITH – Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati

  10. SF – Sekolah Farmasi

  11. FSRD – Fakultas Seni Rupa dan Desain

  12. SBM – Sekolah Bisnis dan Manajemen

Program Studi Unggulan di ITB

Sebagian besar dari puluhan program studi sarjana di ITB telah mengantongi akreditasi Unggul/A secara nasional dari BAN-PT serta terakreditasi internasional oleh lembaga reputasi global seperti ABET, ASIIN, IABEE, KAAB, dan AACSB.

Beberapa prodi unggulan dengan reputasi tinggi dan minat pendaftar paling ketat antara lain:

  • Informatika & Sistem/Teknologi Informasi (STEI-K): Jurusan teknologi paling diminati dengan nilai pemeringkatan nasional tertinggi untuk bidang komputasi, kecerdasan buatan, dan software engineering.

  • Teknik Perminyakan & Teknik Pertambangan (FTTM): Jurusan teknik eksplorasi energi dan sumber daya mineral tertua di Indonesia dengan jaringan industri global yang sangat kuat.

  • Teknik Mesin & Teknik Dirgantara (FTMD): Pusat keunggulan rekayasa manufaktur, otomotif, hingga penerbangan terkemuka nasional.

  • Teknik Industri & Teknik Kimia (FTI): Jurusan pilihan utama rumpun rekayasa sistem manufaktur, rantai pasok, dan pemrosesan kimia modern.

  • Arsitektur & PWK (SAPPK): Jurusan arsitektur dan perencanaan wilayah/kota terkemuka yang memadukan estetika, fungsi, dan tata ruang berkelanjutan (terakreditasi internasional KAAB).

  • Manajemen (SBM ITB): Salah satu sekolah bisnis terbaik di Indonesia yang mengantongi akreditasi internasional AACSB, berfokus pada leadership dan kewirausahaan.

  • Desain Komunikasi Visual / DKV (FSRD): Pelopor pendidikan desain dan industri kreatif di tanah air yang melahirkan para desainer ternama.

  • Sains dan Teknologi Farmasi (SF): Salah satu pusat pendidikan riset obat, bahan alam, dan pengembangan klinis unggulan di Indonesia.

Dati hal diatas menunjukkan bahwa Institut Teknologi Bandung bukan sekadar benteng pergerakan sains dan teknik, melainkan pilar penting dalam lanskap peradaban dan modernisasi Indonesia. Dari tapak awal Technische Hoogeschool te Bandoeng yang melahirkan para pionir kemerdekaan, hingga transformasinya sebagai institusi riset kelas dunia, ITB secara konsisten memadukan keunggulan akademis dengan semangat pengabdian nasional.

Berlandaskan moto "In Harmonia Progressio"—Maju Bersama dalam Keselarasan—sejarah panjang ITB membuktikan komitmennya untuk tidak hanya melahirkan inovasi teknologi, karya seni, dan solusi bisnis modern, tetapi juga membentuk insan akademis yang arif, berbudaya, serta berdedikasi tinggi demi kemajuan bangsa dan kemanusiaan.

Semoga bermanfaat.

Share this article :
 
Support : Copyright © 2015. Info Panduan Cek - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger