Home » » Sejarah Universitas Gadjah Mada: Dari Kampus Perjuangan Hingga Benteng Pancasila

Sejarah Universitas Gadjah Mada: Dari Kampus Perjuangan Hingga Benteng Pancasila

 

Universitas Gadjah Mada (UGM) merupakan perguruan tinggi negeri pertama yang didirikan oleh Pemerintah Republik Indonesia setelah kemerdekaan. Berlokasi di Yogyakarta, UGM lahir di tengah kecamuk revolusi fisik dan bertransformasi menjadi salah satu universitas tertua, terbesar, dan paling berpengaruh di tanah air.

1. Akar Pendirian: Di Tengah Revolusi (1945–1949) 

Pasca-Proklamasi Kemerdekaan 1945, situasi politik di Jakarta tidak kondusif akibat Agresi Militer Belanda. Ibu kota negara pun dipindahkan ke Yogyakarta. Di kota perjuangan inilah, para tokoh bangsa dan akademisi mengumpulkan sisa-sisa kekuatan pendidikan tinggi yang tersebar di Jawa.

Beberapa balai pendidikan tinggi perintis mulai dibuka di Yogyakarta dan sekitarnya:

  • Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandung yang memindahkan kegiatan perkuliahannya ke Yogyakarta (1946).

  • Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada yang didirikan oleh Yayasan Gadjah Mada (1946).

  • Perguruan Tinggi Kedokteran dan Fakultas Hukum di Solo dan Yogyakarta.

2. Peresmian Resmi dan Pemakaian Nama "Gadjah Mada" (1949) Pada 19 Desember 1949

Pemerintah Republik Indonesia secara resmi menggabungkan perguruan-perguruan tinggi tersebut menjadi Universiteit Gadjah Mada (kemudian disesuaikan menjadi Universitas Gadjah Mada). Rektor pertama yang memimpin UGM adalah Prof. Dr. M. Sardjito, seorang tokoh kedokteran dan pejuang kemerdekaan.

Nama Gadjah Mada dipilih untuk meneladani semangat dan cita-cita Mahapatih Gadjah Mada dari Kerajaan Majapahit, yang berhasil mempersatukan Nusantara. Semangat unifikasi dan kebangsaan ini menjadi pondasi dasar pendirian UGM.

3. Peran Kraton Yogyakarta dan Pembangunan Kampus Bulaksumur 

Pada masa awal berdirinya, UGM belum memiliki gedung kampus sendiri. Sri Sultan Hamengku Buwono IX menunjukkan dukungan konkret terhadap pendidikan nasional dengan mengizinkan perkuliahan UGM dilaksanakan di kompleks Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, seperti di Sitihinggil dan Pagelarann.

Seiring bertambahnya mahasiswa, Sri Sultan Hamengku Buwono IX mengizinkan penggunaan tanah milik Keraton (Sultan Ground) di kawasan Bulaksumur. Pembangunan Kampus Bulaksumur dimulai pada awal 1950-an. Gedung Pusat UGM yang ikonik resmi dibangun dan dijadikan pusat administrasi serta simbol kampus terpadu pertama di Indonesia.

Garis Waktu Transformasi UGM

  • 3 Maret 1946: Berdirinya Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada di Yogyakarta.

  • 19 Desember 1949: Peresmian Universiteit Gadjah Mada oleh Pemerintah RI dengan Prof. Dr. M. Sardjito sebagai Rektor pertama.

  • 1951: Mulainya pembangunan kawasan kampus terpadu di Bulaksumur atas dukungan Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

  • 2000: UGM ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara (BHMN), mengawali otonomi pengelolaan perguruan tinggi.

  • 2012: UGM resmi berstatus Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

UGM Masa Kini: Kampus Kerakyatan dan Benteng Pancasila

UGM dijuluki sebagai Kampus Kerakyatan karena komitmen sejarahnya yang merakyat dan inklusif bagi seluruh anak bangsa dari berbagai pelosok Nusantara. UGM juga memegang predikat sebagai Benteng Pancasila, menegaskan perannya dalam menjaga keberagaman, persatuan, dan kebudayaan nasional.

Mengusung motto "Mengakar Kuat, Menjulang Tinggi", UGM kini mengelola 18 Fakultas dan 2 Sekolah (Sekolah Vokasi dan Sekolah Pascasarjana) dengan ratusan program studi yang berdaya saing global serta berfokus pada pengabdian masyarakat.

4. Makna dan Arti Lambang Universitas Gajah Mada

Lambang Universitas Gadjah Mada (UGM) diciptakan dengan memadukan simbol-simbol sejarah, kebudayaan Nusantara, dan cita-cita pendidikan nasional. Lambang ini berpusat pada gambar Surya (Matahari) dan Pusaka/Bintang yang dilingkupi oleh kelopak bunga teratai.

1. Unsur-Unsur Utama Lambang

  • Pusaka Bintang Bersudut Lima:

    • Terletak di bagian paling pusat. Bintang bersudut lima melambangkan Pancasila sebagai dasar filosofis dan ideologi bangsa Indonesia serta pedoman utama dalam menuntut ilmu di UGM.

  • Pusaka Panah (Kiai Gading):

    • Bentuk pusaka yang melingkupi pusat melambangkan senjata kearifan dan ketajaman berpikir. Ini mengisyaratkan bahwa ilmu pengetahuan harus dijadikan alat untuk membela kebenaran dan mengabdi kepada rakyat.

  • Matahari (Surya) Memancar (19 Sinar):

    • Sorot sinar matahari yang memancar melambangkan ilmu pengetahuan yang menyinari dan menerangi kegelapan. Jumlah 19 sinar matahari melambangkan tanggal kelahiran UGM, yaitu 19 Desember.

  • Lingkaran Kelopak Bunga Teratai (Bunga Padma):

    • Lambang berbentuk lingkaran luar dibentuk oleh susunan kelopak bunga teratai. Teratai melambangkan kesucian, kearifan, dan kebudayaan nasional yang tumbuh mengakar kuat di tengah masyarakat.

  • Tulisan "Gadjah Mada":

    • Nama yang melingkar di dalam lambang menegaskan identitas dan peneladanan atas kepemimpinan, keberanian, serta cita-cita persatuan Nusantara yang diusung oleh Mahapatih Gadjah Mada.

2. Arti Filosofis Keseluruhan

Secara keseluruhan, lambang UGM menggambarkan peran UGM sebagai obor penerang ilmu pengetahuan yang berlandaskan Pancasila dan kebudayaan luhur bangsa. UGM berkomitmen mendidik insan akademis yang berwawasan tajam, berbudi pekerti luhur, serta siap mengabdikan ilmunya bagi kejayaan dan persatuan bangsa Indonesia.

4. Fakultas dan Program Studi Unggulan di Universitas Gajah Mada

Universitas Gadjah Mada (UGM) mengelola pendidikan berjenjang mulai dari Diploma (Vokasi), Sarjana (S1), Magister (S2), Doktoral (S3), hingga Profesi dan Spesialis.

UGM mengelola 18 Fakultas dan 2 Sekolah:

Daftar Fakultas dan Sekolah di UGM

  • Rumpun Agro (Pertanian & Peternakan): Kehutanan, Pertanian, Peternakan, Teknologi Pertanian.

  • Rumpun Medika (Kesehatan): Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK), Kedokteran Gigi, Kedokteran Hewan, Farmasi.

  • Rumpun Sains & Teknologi: Biologi, Farmasi, Geografi, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Teknik.

  • Rumpun Soshum (Sosial & Humaniora): Ekonomika dan Bisnis (FEB), Hukum, Ilmu Budaya (FIB), Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Psikologi, Filsafat.

  • Sekolah: Sekolah Vokasi (SV) dan Sekolah Pascasarjana (SPs).

Program Studi Unggulan di Universitas Gadjah Mada

Sebagian besar program studi di UGM mengantongi akreditasi Unggul/A secara nasional dari BAN-PT serta diakui lembaga akreditasi internasional reputasi dunia (seperti AACSB, ASIIN, AUN-QA, dan ABET).

Beberapa prodi favorit dan unggulan UGM dengan reputasi riset serta keketatan seleksi tinggi meliputi:

  • Kedokteran (FK-KMK): Salah satu pusat pendidikan kedokteran dan riset kesehatan terbaik di Indonesia dengan rumah sakit pendidikan terintegrasi.

  • Hukum (FH UGM): Jurusan hukum pionir yang banyak melahirkan akademisi, hakim, praktisi, dan pejabat publik tingkat nasional.

  • Manajemen & Akuntansi (FEB UGM): Sekolah bisnis pertama di Indonesia yang mengantongi akreditasi internasional AACSB, dikenal dengan jaringan alumni dan industri yang sangat luas.

  • Teknik Sipil, Teknik Mesin, & Arsitektur (FT UGM): Program studi rekayasa terkemuka yang memadukan keahlian teknik modern dengan pengabdian infrastruktur masyarakat.

  • Ilmu Hubungan Internasional & Komunikasi (FISIP UGM): Prodi soshum favorit nasional yang berfokus pada dinamika diplomasi global, media, dan kajian politik.

  • Psikologi (FPsi UGM): Pelopor dan riset terdepan dalam pengembangan ilmu psikologi di Indonesia.

  • Kehutanan (FKT UGM): Fakultas kehutanan terbaik nasional yang melahirkan para pakar pengelolaan hutan tropis dan lingkungan hidup.

Dari hal diatas dapat disimpulkan bahwa Universitas Gadjah Mada berdiri kokoh bukan sekadar sebagai balai pendidikan tinggi, melainkan sebagai fondasi intelektual dan perwujudan nyata dari cita-cita kemerdekaan bangsa. Lahir dari kecamuk revolusi di bawah naungan Sitihinggil Kraton Yogyakarta, UGM membuktikan bahwa pendidikan tinggi Indonesia mampu tumbuh mandiri di tengah keterbatasan dan perjuangan fisik.

Berlandaskan moto "Mengakar Kuat, Menjulang Tinggi" serta predikatnya sebagai Kampus Kerakyatan dan Benteng Pancasila, UGM terus menjaga komitmen kebangsaannya. Sejarah panjang UGM menjadi pengingat bahwa setiap ilmu, riset, dan inovasi yang dihasilkan dari Kampus Bulaksumur pada dasarnya diabdikan kembali demi kesejahteraan rakyat, keadilan sosial, dan kejayaan Republik Indonesia.

Semoga bermanfaat.

Share this article :
 
Support : Copyright © 2015. Info Panduan Cek - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger