Sejarah Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Wednesday, September 16, 2026

 

Sejarah Berdirinya Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memiliki perjalanan sejarah yang cukup panjang, berawal dari sebuah lembaga pelatihan tenaga pengajar hingga berkembang menjadi salah satu Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) terkemuka di Indonesia.

Era Cikal Bakal (1950–1960)

Sejarah UNESA bermula pada tahun 1950 dengan dibukanya kursus B-I dan B-II di Surabaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga guru Sekolah Menengah. Kursus ini memanfaatkan fasilitas dari Hoogere Burger School (HBS) milik Belanda.

Peleburan ke Fakultas Keguruan (1960–1964)

Pada tahun 1960, kursus B-I dan B-II diintegrasikan ke dalam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Airlangga (UNAIR). Namun, muncul pula lembaga pendidik lain seperti Institut Pendidikan Guru (IPG). Untuk mengakhiri dualisme tersebut, pemerintah menggabungkan FKIP dan IPG.

Berdirinya IKIP Surabaya (1964)

Melalui SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) Nomor 182/1964 tertanggal 19 Desember 1964, FKIP Universitas Airlangga Cabang Surabaya secara resmi berdiri mandiri menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Surabaya. Tanggal 19 Desember 1964 ini yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi (Dies Natalis).

Alih Status Menjadi UNESA (1999)

Seiring dengan kebijakan wider mandate (perluasan mandat untuk menyelenggarakan program studi non-kependidikan), IKIP Surabaya resmi berganti nama menjadi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 93 Tahun 1999 tertanggal 4 Agustus 1999.

Transformasi Menjadi PTN-BH (2022)

Seiring pesatnya perkembangan universitas, UNESA resmi naik status dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Umum (PTN-BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) melalui Peraturan Pemerintah RI Nomor 37 Tahun 2022, yang memberikan otonomi lebih luas dalam pengelolaan akademik dan finansial.

 

Makna dan Arti Lambang Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Lambang Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memiliki bentuk lingkaran yang kaya akan makna filosofis, mencerminkan semangat pendidikan, kebangsaan, dan identitas Kota Surabaya.

Unsur dan Makna Elemen Lambang

  • Bentuk Lingkaran dan Tulisan:

Lingkaran melambangkan kebulatan tekad, persatuan, serta kontinuitas pengembangan ilmu pengetahuan. Tulisan "UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA" menegaskan identitas institusi.

  • Tugu Pahlawan (Warna Putih, 3 Pilar):

Melambangkan ciri khas Kota Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Tiga pilar ini mencerminkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan/Pengajaran, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat).

  • Sayap Burung Garuda (Warna Kuning, 9 Helai):

Terdiri dari 4 helai di kiri dan 5 helai di kanan (membentuk angka 45), yang melambangkan semangat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Warna kuning melambangkan keagungan dan keluhuran budi.

  • Kelopak Bunga Teratai (Warna Biru):

Melambangkan kesucian, keanggunan, serta pertumbuhan ilmu pengetahuan yang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

  • Buku / Obor Pembawa Cahaya:

Melambangkan pencerahan, keilmuan, dan peran UNESA sebagai sumber cahaya pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa.

Makna Warna Utama

  • Biru: Melambangkan kedalaman ilmu pengetahuan, kesetiaan, dan wawasan yang luas.
  • Kuning: Melambangkan kejayaan, kemuliaan, dan keluhuran budi.
  • Putih: Melambangkan kesucian, kejujuran, dan kebenaran akademis.

 

Fakultas dan Program Studi Unggulan Universitas Negeri Surabaya (UNESA)

Universitas Negeri Surabaya (UNESA) memiliki 12 Fakultas utama serta Sekolah Pascasarjana. Setiap fakultas menaungi berbagai program studi kependidikan dan non-kependidikan.

Daftar Fakultas di UNESA

  1. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)
  2. Fakultas Bahasa dan Seni (FBS)
  3. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
  4. Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) / Ilmu Sosial dan Politik (FISIPOL)
  5. Fakultas Teknik (FT)
  6. Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK)
  7. Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB)
  8. Fakultas Psikologi (FPsi)
  9. Fakultas Hukum (FH)
  10. Fakultas Kedokteran (FK)
  11. Fakultas Ketahanan Pangan (FKP)
  12. Fakultas Vokasi (FV)

Program Studi Unggulan dan Paling Favorit

Predikat program studi unggulan di UNESA dapat ditinjau dari akreditasi nasional/internasional serta tingkat persaingan (peminat terbanyak) pada jalur penerimaan mahasiswa baru.

  • S1 Manajemen (FEB): Menjadi salah satu jurusan non-kependidikan dengan peminat terbanyak di jalur SNBP/SNBT.
  • S1 Psikologi (FPsi): Konsisten menjadi prodi rumpun sosial-humaniora yang paling direbutkan pendaftar.
  • S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar / PGSD (FIP): Prodi kependidikan terbaik sekaligus yang paling tinggi daya tariknya untuk calon tenaga pendidik.
  • S1 Ilmu Komunikasi (FISH): Menjadi prodi favorit dengan persaingan ketat di bidang media dan komunikasi.
  • S1 Teknik Informatika & Sistem Informasi (FT): Unggulan di bidang teknologi digital dan software engineering.
  • S1 Akuntansi & Bisnis Digital (FEB): Pilihan populer di bidang keuangan, investasi, dan ekonomi digital.
  • S1 Ilmu Keolahragaan & Pendidikan Kepelatihan Olahraga (FIKK): Merupakan signature program UNESA yang memiliki reputasi dan fasilitas tingkat nasional.
  • S1 Keperawatan & Kedokteran (FK): Prodi baru yang memiliki lonjakan peminat sangat tinggi.

Dari hal diatas dapat dilihat bahwa perjalanan panjang sejarah Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang diawali dari Kursus B-I dan B-II pada tahun 1950, berkembang menjadi FKIP Universitas Airlangga, tumbuh mandiri sebagai IKIP Surabaya pada 1964, hingga bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) pada 2022 membuktikan komitmen berkelanjutan UNESA dalam dunia pendidikan Indonesia.

Melalui perluasan mandat (wider mandate) dari institusi kependidikan menjadi universitas multidisiplin, UNESA terus mengokohkan posisinya dalam menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global. Ke depan, sejarah yang telah terukir menjadi fondasi kuat bagi UNESA untuk terus berinovasi mewujudkan visinya sebagai perguruan tinggi bereputasi internasional dengan tetap memegang teguh nilai kepahlawanan dan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Semoga bermanfaat

Continue Reading | comments

Sejarah Universitas Negeri Malang (UM)

Sunday, September 6, 2026

 

Sejarah berdirinya Universitas Negeri Malang(UM)

Perjalanan sejarah Universitas Negeri Malang (UM) terbagi dalam beberapa tahapan perubahan status dan nama sejak didirikan pada tahun 1954:

  • 1954 – Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) Malang Didirikan pada 1 September 1954 dan diresmikan pada 18 Oktober 1954 oleh Menteri Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan, Prof. Yamin. Tanggal 18 Oktober ini kemudian ditetapkan sebagai hari jadi (Dies Natalis) UM.
  • 1957 – FKIP Universitas Airlangga Berdasarkan kebijakan penyatuan lembaga pendidikan guru, pada 20 November 1957 PTPG Malang diintegrasikan menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Airlangga.
  • 1963 – IKIP Malang Melalui Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan, FKIP Unair memisahkan diri dan berdiri sendiri menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang sejak 1 Mei 1963 (diresmikan 20 Mei 1964). IKIP Malang tumbuh menjadi salah satu perguruan tinggi pencetak tenaga pendidik terbesar di Indonesia.
  • 1999 – Universitas Negeri Malang (UM) Melalui Keputusan Presiden RI No. 93 Tahun 1999 tanggal 4 Agustus 1999, IKIP Malang resmi berubah status menjadi universitas dengan nama Universitas Negeri Malang. Perubahan ini memperluas mandat kampus untuk menyelenggarakan program studi non-kependidikan selain bidang kependidikan.
  • 2021 – PTN-BH UM secara resmi bertransformasi dari Perguruan Tinggi Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), memberikan otonomi yang lebih luas dalam pengelolaan akademik dan finansial.

 

Makna dan Arti Lambang Universitas Negeri Malang

Lambang Universitas Negeri Malang (UM) memuat sejumlah elemen visual yang sarat makna dan nilai filosofis:

  • Bentuk Dasar Mahkota Bunga Utpala (Latus Biru)

Melambangkan kesucian, keanggunan, kesempurnaan, serta pencerahan ilmu pengetahuan yang terus berkembang.

  • Bentuk Garis Melengkung/Lengkungan Geometris

Menggambarkan sifat dinamis, fleksibel, serta kesiapan UM untuk selalu beradaptasi dan bertransformasi mengikuti perkembangan zaman dan teknologi.

  • Prasasti dan Garis Bertingkat

Merupakan simbol dari landasan sejarah yang kokoh, keteguhan prinsip, serta proses pendidikan bertahap menuju jenjang keunggulan akademik.

  • Warna Biru Utama

Melambangkan kedalaman ilmu pengetahuan, kearifan, ketenangan, serta loyalitas terhadap cita-cita pendidikan bangsa.

  • Warna Kuning/Emas (Aksen)

Menggambarkan kejayaan, kemuliaan, keluhuran budi, dan cita-cita luhur untuk mencetak generasi unggul.

 

Fakultas dan Program Studi Unggulan

Universitas Negeri Malang (UM) memiliki 10 Fakultas dan Sekolah Pascasarjana yang menyelenggarakan berbagai program studi dari jenjang Vokasi, Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktor (S3).

Berikut adalah daftar fakultas beserta beberapa program studi unggulan yang telah terakreditasi Unggul/A oleh BAN-PT atau Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) serta terakreditasi internasional:

  • 1. Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)
    • S1 Bimbingan dan Konseling
    • S1 Teknologi Pendidikan
    • S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)
    • S1 Manajemen Pendidikan
    • S1 Pendidikan Luar Biasa (Pendidikan Khusus)
  • 2. Fakultas Sastra (FS)
    • S1 Pendidikan Bahasa Inggris
    • S1 Bahasa dan Sastra Indonesia
    • S1 Desain Komunikasi Visual (DKV)
    • S1 Pendidikan Bahasa Arab
    • S1 Pendidikan Bahasa Jerman
  • 3. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)
    • S1 Pendidikan Matematika & Matematika
    • S1 Pendidikan Biologi & Biologi
    • S1 Bioteknologi
    • S1 Pendidikan Fisika & Fisika
    • S1 Pendidikan Kimia & Kimia
  • 4. Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)
    • S1 Manajemen
    • S1 Akuntansi
    • S1 Ekonomi Pembangunan
    • S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran
  • 5. Fakultas Teknik (FT)
    • S1 Pendidikan Teknik Informatika
    • S1 Teknik Informatika
    • S1 Teknik Sipil
    • S1 Pendidikan Teknik Mesin
    • S1 Pendidikan Tata Boga & Tata Busana
  • 6. Fakultas Ilmu Sosial (FIS)
    • S1 Pendidikan Geografi & Geografi
    • S1 Pendidikan Sejarah & Ilmu Sejarah
    • S1 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
  • 7. Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK)
    • S1 Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR)
    • S1 Ilmu Keolahragaan
    • S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga
  • 8. Fakultas Psikologi (FPsi)
    • S1 Psikologi
  • 9. Fakultas Vokasi (FV) (D4/Sarjana Terapan)
    • D4 Animasi
    • D4 Tata Boga & Desain Mode
    • D4 Teknologi Rekayasa Otomotif / Manufaktur
  • 10. Fakultas Kedokteran (FK) (Fakultas Terbaru)
    • S1 Kedokteran & Profesi Dokter
    • S1 Keperawatan & Kebidanan

Dari hal diatas dapat disimpulkan bahwa sebagai salah satu perguruan tinggi negeri tertua dan terkemuka di Indonesia, Universitas Negeri Malang terus memperkokoh posisinya sebagai kampus pelopor inovasi pembelajaran (The Learning University). Berawal dari PTPG Malang pada tahun 1954 hingga kini berstatus PTN-BH, UM tidak hanya konsisten mencetak tenaga pendidik profesional dan berkualitas, tetapi juga terus melahirkan lulusan non-kependidikan yang berdaya saing global di berbagai bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan kedokteran.

Semoga bermanfaat

Continue Reading | comments

Sejarah Universitas Padjajaran

Saturday, September 5, 2026

 

Sejarah Berdirinya

Universitas Padjadjaran (Unpad) resmi berdiri pada tanggal 11 September 1957 di Bandung berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 37 Tahun 1957. Nama "Padjadjaran" diambil dari Kerajaan Sunda, yaitu Kerajaan Padjadjaran yang dipimpin oleh Prabu Siliwangi.

Latar Belakang Pendirian

Pada era 1950-an, para tokoh masyarakat Jawa Barat dan pemuda Bandung menginginkan adanya perguruan tinggi negeri dengan berbagai disiplin ilmu. Saat itu, Bandung baru memiliki Fakultas Teknik dan Fakultas Ilmu Pasti dan Alam yang merupakan bagian dari Universitas Indonesia.

Melalui komite pembentukan yang didukung penuh oleh pejabat pemerintah, tokoh intelektual, serta masyarakat Jawa Barat, aspirasi ini akhirnya diwujudkan dengan berdirinya Unpad. Presiden universitas pertama yang memimpin adalah Prof. Mr. Iwa Koesoemasoemantri.

Fase Perkembangan Kampus

  • Empat Fakultas Pertama (1957): Pada awal berdiri, Unpad membawahi 4 fakultas awal, yaitu Fakultas Hukum & Pengetahuan Masyarakat, Fakultas Ekonomi, Fakultas Kedokteran, dan Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan (FKIP).
  • Pengembangan Kampus Jatinangor (1983): Kegiatan akademik Unpad awalnya tersebar di belasan lokasi di Kota Bandung (seperti Dipati Ukur, Pasirkaliki, dan Dago). Mulai tahun 1983, Unpad secara bertahap memindahkan pusat aktivitas akademiknya ke kawasan Jatinangor, Sumedang.
  • Perubahan Status PTN-BH (2014): Pada 20 Oktober 2014, Unpad resmi beralih status dari Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

 

Makna dan Arti Lambang Universitas Padjajaran

Lambang Universitas Padjadjaran (Unpad) memiliki bentuk dasar perisai berbingkai bunga teratai dengan berbagai elemen simbolis di dalamnya.

Makna Elemen Lambang Unpad

  • Bentuk Perisai atau Mahkota: Melambangkan perlindungan serta mahkota keagungan Kerajaan Sunda Padjadjaran.

  • Bunga Teratai yang Mekar: Bunga teratai melambangkan kesucian, keagungan, serta keabadian cita-cita untuk mengabdi pada ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.

  • Obor Api yang Menyala: Menyimbolkan semangat yang tak pernah padam dalam menuntut ilmu serta menjadi penerang bagi masyarakat sekitar.

  • Sayap Burung Merak (Sisi Kiri dan Kanan): Melambangkan keindahan, kemegahan, dan dinamika kebudayaan Sunda yang menjadi akar identitas Unpad.

  • Tiga Gelombang Air: Melambangkan Tridharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat) serta keterkaitannya dengan daerah Jawa Barat yang kaya akan sumber daya air.

  • Tulisan "Padjadjaran": Nama universitas yang diambil dari Kerajaan Padjadjaran, menjadi simbol keteladanan, keadilan, dan kearifan lokal.

Arti Warna

  • Kuning Emas: Melambangkan keagungan, kejayaan, keandalan, dan keluhuran cita-cita.

  • Hitam: Melambangkan keteguhan hati, ketahanan, dan keabadian.

  • Putih: Melambangkan kesucian, kejujuran, dan kebenaran akademis.


Fakultas dan Program Studi Unggulan

Universitas Padjadjaran (Unpad) memiliki 16 Fakultas dan 1 Sekolah Pascasarjana. Unpad mengoperasikan berbagai program studi favorit dan unggulan yang telah mengantongi akreditasi nasional "Unggul" dari BAN-PT serta akreditasi internasional (seperti FIBAA, ASIIN, AQAS, dan RSC).

Daftar Fakultas dan Program Studi Ungulan di Unpad

1. Rumpun Kesehatan & Sains Terapannya

  • Fakultas Kedokteran (FK):
    • Prodi Unggulan: Kedokteran, Kebidanan.
  • Fakultas Kedokteran Gigi (FKG):
    • Prodi Unggulan: Kedokteran Gigi.
  • Fakultas Farmasi (FF):
    • Prodi Unggulan: Farmasi (terakreditasi internasional ASIIN).
  • Fakultas Keperawatan (FKep):
    • Prodi Unggulan: Keperawatan.
  • Fakultas Psikologi (FPsi):
    • Prodi Unggulan: Psikologi (terakreditasi internasional FIBAA).

2. Rumpun Sosial, Hukum, & Bisnis

  • Fakultas Hukum (FH):
    • Prodi Unggulan: Ilmu Hukum (salah satu prodi hukum terbaik di Indonesia, terakreditasi FIBAA).
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB):
    • Prodi Unggulan: Akuntansi, Manajemen, Bisnis Digital, Ilmu Ekonomi (terakreditasi FIBAA & ABEST21).
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP):
    • Prodi Unggulan: Hubungan Internasional, Ilmu Administrasi Bisnis, Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik (terakreditasi FIBAA).
  • Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM):
    • Prodi Unggulan: Ilmu Komunikasi, Hubungan Masyarakat, Manajemen Komunikasi, Jurnalistik (terakreditasi AQAS).
  • Fakultas Ilmu Budaya (FIB):
    • Prodi Unggulan: Sastra Inggris, Sastra Jepang, Sastra Indonesia, Sejarah.

3. Rumpun Sains, Teknologi, & Pertanian

  • Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA):
    • Prodi Unggulan: Teknik Informatika, Kimia (terakreditasi RSC), Teknik Elektro, Biologi, Matematika.
  • Fakultas Teknik Geologi (FTG):
    • Prodi Unggulan: Teknik Geologi.
  • Fakultas Pertanian (Faperta):
    • Prodi Unggulan: Agribisnis, Agroteknologi (terakreditasi ASIIN).
  • Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP):
    • Prodi Unggulan: Teknik Pertanian (terakreditasi IABEE), Teknologi Pangan.
  • Fakultas Peternakan (Fapet):
    • Prodi Unggulan: Peternakan (terakreditasi ASIIN).
  • Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK):
    • Prodi Unggulan: Perikanan, Kelautan (terakreditasi ASIIN).

4. Pendidikan Vokasi & Pascasarjana

  • Sekolah Vokasi (SVo): Menyelenggarakan program Sarjana Terapan (D4) seperti Akuntansi Sektor Publik, Bisnis Internasional, Manajemen Produksi Media, dan Pemasaran Digital.
  • Sekolah Pascasarjana: Menyelenggarakan program Magister dan Doktor lintas disiplin ilmu, seperti Ilmu Lingkungan dan Bioteknologi.
Semoga bermanfaat.
Continue Reading | comments

Sejarah Universitas Diponegoro: Dari Kampus Swasta Sederhana hingga PTN-BH Berkelas Dunia

Friday, September 4, 2026

 

Sejarah Universitas Diponegoro:

Universitas Diponegoro (Undip) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia yang berkedudukan di Semarang, Jawa Tengah. Kehadiran Undip tidak dapat dipisahkan dari semangat para tokoh masyarakat Jawa Tengah yang ingin menyediakan fasilitas pendidikan tinggi bagi para lulusan sekolah menengah di wilayah tersebut.

1. Awal Berdiri: Yayasan Universitas Semarang (1956–1957)

Pada pertengahan dekade 1950-an, wilayah Jawa Tengah belum memiliki perguruan tinggi negeri universitas selain Universitas Gadjah Mada di Yogyakarta. Kebutuhan masyarakat akan perguruan tinggi di Semarang semakin membesar.

Melihat kondisi tersebut, dipeloporilah pendirian Yayasan Universitas Semarang pada pertengahan tahun 1956 oleh tokoh-tokoh terkemuka Semarang, seperti Mr. Imam Bardjo, Mr. Soedarto, Mr. Dan Sulaiman, dan Mr. Soesanto Kartoatmojo.

Secara resmi, Universitas Semarang dibuka pada 9 Januari 1957. Pada masa awal berdirinya, universitas swasta ini beroperasi dengan fasilitas yang sangat terbatas. Akademik yang baru dibuka saat itu meliputi Akademi Administrasi Negara, Akademi Tata Niaga, dan Akademi Teknik.

2. Perubahan Nama Menjadi Universitas Diponegoro (1960)

Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-3 Universitas Semarang pada 9 Januari 1960, Presiden Pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, mengubah nama Universitas Semarang menjadi Universitas Diponegoro.

Pemberian nama ini merupakan bentuk penghargaan atas prestasi kampus dalam membina pendidikan tinggi di Jawa Tengah, sekaligus mengabadikan nama Pangeran Diponegoro—pahlawan nasional yang mengobarkan Perang Jawa melawan penjajahan Belanda.

3. Penetapan Status Negeri dan Hari Jadi Undip

Beberapa bulan setelah pergantian nama, Pemerintah Republik Indonesia menetapkan Universitas Diponegoro sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), terhitung sejak 15 Oktober 1960 (yang kemudian diperkuat melalui Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1961).

Meskipun aktivitas pengajaran telah berlangsung sejak 1957, tanggal 15 Oktober resmi ditetapkan sebagai hari lahir (Dies Natalis) Universitas Diponegoro.

Pada dekade 1960-an, Undip terus melengkapi struktur akademiknya dengan mendirikan fakultas-fakultas baru, seperti Fakultas Kedokteran (1961) dan Fakultas Peternakan (1964).

4. Ekspansi Kampus: Dari Pleburan ke Tembalang (1980-an)

Semakin pesatnya perkembangan jumlah mahasiswa dan fakultas membuat area Kampus Pleburan di pusat Kota Semarang tidak lagi mampu menampung seluruh kegiatan akademik.

Pada dekade 1980-an, pemerintah mengalokasikan lahan baru di daerah Tembalang, Semarang Selatan. Pembangunan Kampus Tembalang secara bertahap menjadikan kawasan tersebut sebagai kampus utama Undip yang menampung hampir seluruh fakultas, laboratorium terpadu, perpustakaan, stadion, serta pusat administrasi dan rektorat. Sementara itu, Kampus Pleburan difokuskan untuk kegiatan pascasarjana dan beberapa lembaga riset.

5. Era Modern: PTN-BH dan Reputasi Global

Transformasi besar kembali dialami Undip ketika ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2014.

Status PTN-BH memberikan otonomi penuh bagi Undip dalam hal pengelolaan akademik, keuangan, tata kelola, dan pengembangan aset komersial demi kemandirian perguruan tinggi.

Kini, Universitas Diponegoro mengelola 11 Fakultas dan 2 Sekolah (Sekolah Vokasi dan Sekolah Pascasarjana) dan terus konsisten menduduki jajaran universitas papan atas di Indonesia serta memperluas kiprahnya di tingkat internasional.

 

Makna dan Arti Lambang Universitas Diponegoro

Lambang Universitas Diponegoro berbentuk segi lima dengan gambar Pangeran Diponegoro menunggang kuda yang dikelilingi keris, bunga melati, dan tangkai padi serta kapas.

Makna Elemen Lambang

  • Pangeran Diponegoro Menunggang Kuda: Melambangkan keberanian, kepahlawanan, keberanian membela kebenaran, dan nilai kepemimpinan yang teguh.
  • Segi Lima (Bingkai Utama): Melambangkan Dasar Negara Republik Indonesia, yaitu Pancasila, yang menjadi landasan moral dan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
  • Senjata Keris: Melambangkan kebudayaan luhur bangsa Indonesia serta kewaspadaan dan ketahanan diri.
  • Setangkai Bunga Melati: Melambangkan kesucian, keharuman nama, dan kepribadian luhur yang diharapkan dimiliki oleh civitas akademika.
  • Tangkai Padi dan Kapas: Melambangkan kemakmuran, kesejahteraan, dan upaya universitas dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Arti Warna

  • Merah: Melambangkan keberanian, keteguhan, dan semangat juang.
  • Kuning: Melambangkan keagungan, kejayaan, dan keluhuran cita-cita.
  • Biru (Dasar): Melambangkan kedalaman ilmu pengetahuan, kedamaian, dan wawasan yang luas.

 

Fakultas dan Program Studi Unggulan Universitas Diponegoro

Universitas Diponegoro mengelola 11 Fakultas, 1 Sekolah Vokasi, dan 1 Sekolah Pascasarjana. Sebagian besar program studinya telah meraih akreditasi Unggul dari BAN-PT dan akreditasi internasional seperti FIBAA, ASIIN, dan IABEE.

Daftar Fakultas dan Program Studi Unggulan

  • Fakultas Hukum (FH)
    • Prodi Unggulan: S1 Hukum (salah satu prodi hukum tertua dan terbaik di Indonesia dengan jalur Internasional/IUP).
  • Fakultas Kedokteran (FK)
    • Prodi Unggulan: S1 Kedokteran, S1 Keperawatan, S1 Farmasi, S1 Gizi.
  • Fakultas Teknik (FT)
    • Prodi Unggulan: S1 Teknik Sipil, S1 Teknik Mesin, S1 Teknik Elektro, S1 Teknik Kimia, S1 Perencanaan Wilayah & Kota (PWK), S1 Teknik Lingkungan.
  • Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB)
    • Prodi Unggulan: S1 Akuntansi, S1 Manajemen, S1 Ekonomi Bisnis Islam.
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)
    • Prodi Unggulan: S1 Ilmu Komunikasi, S1 Administrasi Bisnis, S1 Hubungan Internasional.
  • Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM)
    • Prodi Unggulan: S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
  • Fakultas Sains dan Matematika (FSM)
    • Prodi Unggulan: S1 Informatika/Ilmu Komputer, S1 Bioteknologi, S1 Statistika.
  • Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK)
    • Prodi Unggulan: S1 Ilmu Kelautan, S1 Akuakultur.
  • Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP)
    • Prodi Unggulan: S1 Peternakan, S1 Agribisnis.
  • Fakultas Ilmu Budaya (FIB)
    • Prodi Unggulan: S1 Sastra Inggris, S1 Sejarah.
  • Fakultas Psikologi
    • Prodi Unggulan: S1 Psikologi.
  • Sekolah Vokasi (SV)
    • Prodi Unggulan (Sarjana Terapan / D4): Kebendaharaan Negara, Akuntansi Perpajakan, Manajemen Tata Boga, Teknologi Rekayasa Konstruksi Bangunan Gedung.

 Semoga bermanfaat.

Continue Reading | comments

Sejarah Institut Pertanian Bogor

Thursday, September 3, 2026

 

 Sejarah IPB

Institut Pertanian Bogor (IPB University) berdiri melalui perjalanan panjang yang berkaitan erat dengan sejarah ketahanan pangan dan pendidikan tinggi di Indonesia. Perjalanan institusi ini dapat dirunut melalui beberapa tahapan penting:

Awal Mula dan Masa Kolonial (1940–1950)

Cikal bakal IPB dimulai pada tahun 1940 saat Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Landbouwwetenschappelijke Faculteit (Lembaga Pendidikan Tinggi Pertanian) di Bogor. Lembaga ini dibentuk untuk memenuhi kebutuhan tenaga ahli pertanian yang terdidik di wilayah Nusantara.

Masa Integrasi dengan Universitas Indonesia (1950–1963)

Setelah Indonesia merdeka, lembaga ini dilebur ke dalam struktur Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1950. Di bawah UI, lembaga tersebut terbagi menjadi dua fakultas yang berkedudukan di Bogor:

  • Fakultas Pertanian (Faperta)
  • Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP)

Pada 27 April 1952, Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan gedung Fakultas Pertanian di Baranangsiang, Bogor. Dalam pidatonya yang bersejarah, Soekarno menegaskan pentingnya kemandirian pangan nasional dengan kalimat legendaris: "Soal pangan adalah soal hidup matinya suatu bangsa."

Kemandirian Institut dan Perkembangan Modern

Pada 1 September 1963, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan (PTIP) No. 91/1963, IPB resmi memisahkan diri dari Universitas Indonesia dan berdiri sebagai institusi mandiri.

Seiring berjalannya waktu, IPB terus memperluas keilmuannya tidak hanya pada sektor pertanian tradisional, tetapi juga mencakup kelautan, biosains, bisnis, dan teknologi informasi. Kini, IPB University beroperasi di beberapa lokasi kampus utama seperti Dramaga, Baranangsiang, Cilibende, Gunung Gede, dan Taman Kencana.

Makna dan Arti Lambang IPB

Lambang Institut Pertanian Bogor (IPB University) kaya akan simbolisme akademis dan fokus institusi pada bidang pertanian, ilmu pengetahuan, serta pembangunan bangsa.

Elemen Utama dan Maknanya

  • Bentuk Bundar: Melambangkan ilmu pengetahuan yang tidak pernah terputus, terus berkembang, dan bersifat universal.
  • Buku Terbuka: Melambangkan IPB sebagai sumber ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pusat kegiatan akademis.
  • Tiga Gelombang Melingkar: Menggambarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat.
  • Setangkai Padi dan Kapas: Melambangkan pangan dan sandang sebagai simbol kemakmuran, kesejahteraan, serta fokus utama IPB dalam memajukan sektor pertanian dan pangan nasional.
  • Burung Tiga Arah (Tiga Garis Panah Membentuk Burung): Menggambarkan arah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terbang tinggi menembus batas, serta melambangkan semangat inovasi dan dinamisme.
  • Lingkaran Kecil di Tengah: Melambangkan inti ilmu pengetahuan atau fokus tujuan IPB untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi kemanusiaan.

Arti Warna pada Lambang

  • Biru Utama: Melambangkan kedalaman ilmu pengetahuan, kesetiaan, ketenangan, serta wawasan yang luas.
  • Eksistensi Warna Putih: Melambangkan kesucian, kejujuran akademis, dan integritas moral.

Secara keseluruhan, lambang IPB University menggambarkan komitmen institusi sebagai pusat keunggulan ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis pertanian yang berlandaskan Tri Dharma Perguruan Tinggi demi mewujudkan kesejahteraan bangsa.

Fakultas dan Program Studi Unggulan di IPB

Saat ini, IPB University memiliki 12 Fakultas/Sekolah yang menaungi puluhan program studi sarjana (S1), vokasi (D4), hingga pascasarjana.

Daftar Fakultas dan Sekolah di IPB University

  1. Fakultas Pertanian (Faperta): Agronomi dan Hortikultura, Manajemen Sumberdaya Lahan, Proteksi Tanaman, Arsitektur Lanskap, Smart Agriculture.
  2. Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB): Kedokteran Hewan dan Biomedis.
  3. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK): Teknologi & Manajemen Perikanan Budidaya, Manajemen Sumberdaya Perairan, Teknologi Hasil Perairan, Teknologi & Manajemen Perikanan Tangkap, Ilmu dan Teknologi Kelautan.
  4. Fakultas Peternakan (Fapet): Teknologi Produksi Ternak, Nutrisi dan Teknologi Pakan.
  5. Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan): Manajemen Hutan, Teknologi Hasil Hutan, Konservasi Sumberdaya Hutan & Ekowisata, Silvikultur.
  6. Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta): Teknik Pertanian dan Biosistem, Teknologi Pangan, Teknik Industri Pertanian, Teknik Sipil dan Lingkungan.
  7. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA): Biologi, Kimia, Fisika, Biokimia, Bioinformatika, Meteorologi Terapan.
  8. Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika (SSMI): Statistika dan Sains Data, Matematika, Ilmu Komputer, Aktuaria, Kecerdasan Buatan (AI).
  9. Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM): Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Agribisnis, Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, Ilmu Ekonomi Syariah.
  10. Fakultas Ekologi Manusia (Fema): Gizi Masyarakat, Ilmu Keluarga dan Konsumen, Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat.
  11. Sekolah Vokasi (SV): Berbagai program D4 terapan seperti Komunikasi Digital, Manajemen Agribisnis, Akuntansi, Teknik & Manajemen Lingkungan.
  12. Sekolah Bisnis (SB): Bisnis (S1) serta program Magister/Doktor Manajemen Bisnis.

Program Studi Unggulan IPB

Program studi di IPB dikategorikan unggulan berdasarkan akreditasi internasional dan tingkat persaingan/peminat terbanyak pada jalur seleksi nasional.

1. Prodi Unggulan Berakreditasi Internasional

Prodi yang telah diakui oleh lembaga akreditasi global:

  • Teknologi Pangan: Terakreditasi oleh Institute of Food Technologists (IFT) dari AS dan IUFoST.
  • Teknologi Industri Pertanian (TIN): Terakreditasi oleh ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology) AS.
  • Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK): Terakreditasi oleh IMarEST (Institute of Marine Engineering, Science and Technology) Inggris.
  • Teknologi Hasil Hutan: Terakreditasi oleh SWST (Society of Wood Science and Technology).
  • Teknologi Produksi Ternak & Nutrisi Pakan: Terakreditasi penuh oleh ASIIN Jerman dan AUN-QA.
  • Teknik Pertanian dan Biosistem: Terakreditasi oleh JABEE (Japanese Accreditation Board for Engineering Education).

2. Prodi Unggulan Paling Diminati dan Terketat

Prodi dengan daya tarik tinggi di jalur seleksi nasional (SNBP/SNBT):

  • Manajemen: Menjadi salah satu prodi rumpun sosho/saintek dengan peminat terbanyak di IPB.
  • Ilmu Komputer & Aktuaria: Sangat diminati calon mahasiswa karena prospek karir di bidang teknologi informasi dan analisis data keuangan.
  • Gizi Masyarakat: Prodi unggulan Fema yang berfokus pada kesehatan pangan dan nutrisi.
  • Agronomi dan Hortikultura: Merupakan prodi kebanggaan IPB yang berfokus pada riset dan inovasi pertanian modern.
  • Agribisnis: Prodi gabungan antara ilmu pertanian dan manajemen bisnis yang berdaya saing tinggi.

Jika dilihat dari perjalanan sejarah Institut Pertanian Bogor (IPB University) mencerminkan transformasi berkelanjutan—dari sebuah lembaga pendidikan pertanian kolonial pada tahun 1940 hingga tumbuh menjadi perguruan tinggi riset berkelas dunia. Berbekal landasan historis yang kuat serta amanat untuk mendukung kemandirian pangan nasional, IPB tidak hanya berfokus pada sektor pertanian tradisional, tetapi juga meluaskan kiprahnya ke bidang sains, teknologi, ekologi, dan bisnis modern.

Kini, IPB University terus memperkokoh perannya sebagai motor inovasi dan pusat keunggulan (center of excellence) yang berkontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia serta menjawab tantangan global.

Semoga bermanfaat

Continue Reading | comments

Sejarah Institut Sepuluh November Surabaya

Sunday, August 30, 2026

 

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) adalah salah satu perguruan tinggi berbasis sains dan teknologi terbaik di Indonesia. Berdiri dari semangat kemerdekaan dan kebutuhan akan insinyur di Jawa Timur, ITS kini berkembang menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) berkelas dunia.

Awal Pendirian dan Gagasan Dokter Angka (1957)

Gagasan pendirian perguruan tinggi teknik di Surabaya diprakarsai oleh Dr. Angka Nitisastro, seorang dokter umum yang prihatin atas terbatasnya tenaga ahli teknik di Indonesia pasca-kemerdekaan. Bersama Persatuan Insinyur Indonesia (PII) cabang Jawa Timur, dibentuklah Yayasan Perguruan Tinggi Teknik (YPTT) pada 17 Agustus 1957.

Pada 10 November 1957, yayasan ini meresmikan Perguruan Tinggi Teknik 10 Nopember Surabaya yang dibuka langsung oleh Presiden Soekarno. Pemilihan tanggal 10 November sengaja diambil untuk mengabadikan semangat pertempuran pahlawan Surabaya 1945. Pada awal berdirinya, kampus ini hanya memiliki dua jurusan: Teknik Sipil dan Teknik Mesin.

Penegasan Status Negeri (1960–1961)

Untuk memperkuat peran operasionalnya, institusi ini diubah statusnya menjadi perguruan tinggi negeri pada tahun 1960. Melalui Peraturan Pemerintah No. 9 Tahun 1961, nama resminya ditetapkan menjadi Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Pada fase ini, ITS berkembang pesat dengan membawahi 5 fakultas awal:

  • Fakultas Teknik Sipil

  • Fakultas Teknik Mesin

  • Fakultas Teknik Perkapalan

  • Fakultas Teknik Elektro

  • Fakultas Teknik Kimia

Relokasi Kampus Terpadu Sukolilo

Di awal perkembangannya, perkuliahan ITS masih terpisah di beberapa tempat di Surabaya (seperti Jalan Baliweri dan Jalan Raya Darmo). Untuk menyatukan seluruh kegiatan akademis, pemerintah mengalokasikan lahan seluas ~180 hektar di kawasan Sukolilo.

PeriodePerkembangan Infrastruktur Kampus
1973Pembangunan fisik tahap awal kampus terpadu Sukolilo dimulai.
1977Sebagian kegiatan operasional dan akademis mulai dipindahkan ke Sukolilo.
1982Kampus Sukolilo resmi menjadi pusat kegiatan utama ITS secara menyeluruh.

Era Otonomi dan PTN-BH

Seiring bertambahnya disiplin ilmu hingga mencakup bidang informatika, sains, desain, dan bisnis, tata kelola ITS mengalami penyesuaian:

  • Penataan Fakultas (1983): ITS melakukan restrukturisasi jurusan dan fakultas untuk menyesuaikan perkembangan teknologi nasional.

  • Status PTN-BH (2014): Melalui Peraturan Pemerintah No. 83 Tahun 2014, ITS resmi ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Status ini memberi ITS otonomi luas dalam mengelola akademis, keuangan, serta kolaborasi riset global.

Kini, ITS berdiri sebagai pusat riset dan inovasi unggulan di Indonesia yang terus melahirkan karya teknologi terdepan dari Surabaya untuk dunia.


Makna dan Arti Lambang Institut Sepuluh November Surabaya

Lambang Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memuat gabungan beberapa elemen visual utama yang sarat akan makna filosofis. Konsep awal lambang ini dirancang langsung dengan persetujuan Presiden Ir. Soekarno pada masa awal pendiriannya.

Elemen Visual dan Maknanya

  • Roda Gigi (Gear): Melambangkan sains, teknologi, serta semangat dinamika perkembangan ilmu pengetahuan yang terus berputar dan bertransformasi.

  • Tugu Pahlawan: Menjadi simbol identitas Kota Surabaya sekaligus melambangkan semangat kepahlawanan, nasionalisme, dan nilai-nilai perjuangan 10 November 1945.

  • Bunga Wijayakusuma / Teratai: Melambangkan kesucian hati, ketulusan, keselarasan, serta niat mulia dalam mengabdi demi kemajuan bangsa dan kemanusiaan.

  • Perisai (Bingkai Outer Shield): Memiliki arti ketahanan diri, perlindungan, serta bingkai integritas civitas akademika dalam menjaga semangat membangun kompetensi generasi muda.

Makna Warna Utama

WarnaMakna Filosofis
Biru (Warna Utama)Melambangkan kedalaman ilmu pengetahuan, kelautan (bahari), ketenangan, serta visi teknologis yang luas.
Putih / EmasMenggambarkan kemurnian niat, kesucian akademik, keagungan, serta keunggulan (kesempurnaan).

Secara utuh, lambang ITS bermakna kesatuan semangat kepahlawanan 10 November yang tertanam dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kesejahteraan bangsa dengan dilandasi ketulusan hati.


Fakultas dan Program Studi Unggulan Institut Sepuluh November Surabaya

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menaungi 8 Fakultas dan 1 Sekolah Interdisiplin. Sebagai kampus berbasis sains dan teknologi, ITS memiliki jajaran program studi (prodi) unggulan yang mencakup bidang rekayasa, teknologi digital, maritim, hingga sains analitis.

Daftar Fakultas dan Program Studi di ITS

Fakultas / SekolahProgram Studi Utama (Sarjana / Terapan)
Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC)Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Elektro, Teknologi Informasi, Teknik Komputer, Teknik Biomedik, Rekayasa Kecerdasan Artifisial.
Fakultas Teknologi Industri dan Rekayasa Sistem (FTIRS)Teknik Mesin, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Fisika, Teknik Material dan Metalurgi, Rekayasa Keselamatan Proses.
Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian (FTSPK)Teknik Sipil, Arsitektur, Perencanaan Wilayah & Kota (PWK), Teknik Lingkungan, Teknik Geomatika, Teknik Geofisika.
Fakultas Teknologi Kelautan (FTK) (Pusat Keunggulan Maritim)Teknik Perkapalan, Teknik Sistem Perkapalan, Teknik Kelautan, Teknik Transportasi Laut, Teknik Lepas Pantai.
Fakultas Desain Kreatif dan Bisnis Digital (FDKBD)Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Produk Industri, Desain Interior, Manajemen Bisnis, Bisnis Digital, Studi Pembangunan.
Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD)Statistika, Sains Data, Aktuaria, Matematika, Kimia, Fisika, Biologi.
Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK)Kedokteran, Teknologi Kedokteran, Pendidikan Profesi Dokter.
Fakultas Vokasi (FV)D4 Teknik Mesin Industri, D4 Teknik Elektro Otomasi, D4 Teknik Kimia Industri, D4 Statistika Bisnis, D4 TRPPBS.
Sekolah Interdisiplin Manajemen & Teknologi (SIMT)Magister & Doktor Manajemen Teknologi (Program Pascasarjana).

Program Studi Unggulan dan Favorit

  1. Teknik Informatika & Sistem Informasi (FTEIC): Menjadi salah satu prodi dengan keketatan seleksi tertinggi di Indonesia. Unggul dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI), rekayasa perangkat lunak, dan keamanan siber.

  2. Teknik Sipil & Arsitektur (FTSPK): Prodi legendaris ITS sejak 1957 yang banyak mencetak insinyur infrastruktur nasional serta perancang tata kota terkemuka.

  3. Teknik Kelautan & Teknik Perkapalan (FTK): Keunggulan utama ITS sebagai perguruan tinggi rujukan di bidang teknologi kebaharian dan kemaritiman di Indonesia.

  4. Teknik Mesin & Teknik Industri (FTIRS): Berakreditasi internasional dengan fokus pada sistem manufaktur, rekayasa energi, dan manajemen industri.

  5. Statistika & Sains Data (FSAD): Salah satu departemen statistika tertua dan terbaik di Indonesia yang fokus pada analisis data bisnis, industri, dan komputasi.

Dari penjelasan di atas dapat diketahui bahwa perjalanan panjang Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dari sebuah perguruan tinggi swasta kecil pada tahun 1957 hingga menjelma menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) bereputasi internasional merupakan bukti nyata komitmen keberlanjutan. Didirikan di atas pijakan nilai perjuangan 10 November 1945, ITS tidak sekadar melahirkan puluhan ribu alumnus insinyur dan ilmuwan, tetapi juga menjadi pelopor riset teknologi, industri, dan kemaritiman Indonesia.

Semoga bermanfaat

Continue Reading | comments
Powered by Blogger.
 
Support : Copyright © 2015. Info Panduan Cek - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger