Home » » Sejarah Universitas Airlangga: Dari Sekolah Kedokteran Hindia Belanda Hingga PTN-BH Berprestasi Dunia

Sejarah Universitas Airlangga: Dari Sekolah Kedokteran Hindia Belanda Hingga PTN-BH Berprestasi Dunia

 

Universitas Airlangga (Unair) merupakan salah satu perguruan tinggi negeri tertua dan paling bereputasi di Indonesia yang berpusat di Surabaya, Jawa Timur. Cikal bakal kedokteran Unair telah membentang jauh sebelum masa kemerdekaan, hingga akhirnya secara resmi diresmikan sebagai universitas berdiri sendiri pada tahun 1954 oleh Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno.

1. Cikal Bakal Masa Kolonial: NIAS dan STOVIT (1913–1928)

Akar sejarah Universitas Airlangga tidak dapat dipisahkan dari perkembangan pendidikan kedokteran di Jawa Timur pada era Hindia Belanda:

  • NIAS (Nederlandsch Indische Artsen School): Didirikan pada 2 Januari 1913, NIAS adalah sekolah pendidikan dokter pribumi di Surabaya yang menjadi fondasi utama lahirnya Fakultas Kedokteran Unair.

  • STOVIT (School tot Opleiding van Indische Tandartsen): Didirikan pada 10 Juli 1928, lembaga ini merupakan sekolah kedokteran gigi pertama di Indonesia yang menjadi cikal bakal Fakultas Kedokteran Gigi Unair.

Kedua lembaga ini mencetak banyak tenaga medis pribumi dan tokoh pergerakan nasional yang berkontribusi besar dalam sejarah perjuangan bangsa.

2. Era Pendudukan Jepang hingga Cabang UGM/UI (1942–1954)

Pada masa pendudukan Jepang (1942–1945), NIAS diubah namanya menjadi Ika Daigaku dan STOVIT menjadi Sika Daigaku.

Pasca kemerdekaan Republik Indonesia, fasilitas pendidikan ini sempat dikelola di bawah pimpinan Perguruan Tinggi Kedokteran (PTK) RI, sebelum akhirnya digabungkan ke dalam jaringan Universitas Indonesia (UI) sebagai Fakultas Kedokteran UI Cabang Surabaya dan Fakultas Kedokteran Gigi UI Cabang Surabaya.

3. Peresmian Oleh Bung Karno dan Pemberian Nama "Airlangga" (1954)

Momen bersejarah terjadi pada 10 November 1954, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan yang ke-9. Presiden Ir. Soekarno meresmikan Universitas Airlangga secara resmi sebagai perguruan tinggi mandiri ketiga di Indonesia (setelah UI dan UGM) melalui Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 1954.

Nama Airlangga diambil dari sosok Raja Prabu Airlangga, penguasa Kerajaan Kahuripan di Jawa Timur pada abad ke-11. Nama ini dipilih karena melambangkan sosok pemimpin yang bijaksana, pemersatu wilayah, serta pelindung rakyat dan ilmu pengetahuan.

Pendirian NIAS
2 Januari 1913

Pemerintah Hindia Belanda mendirikan Nederlandsch Indische Artsen School (NIAS) sebagai sekolah dokter di Surabaya.

Pendirian STOVIT
10 Juli 1928

Sekolah kedokteran gigi pertama di Indonesia (STOVIT) resmi berdiri.

Peresmian Universitas Airlangga
10 November 1954

Presiden Soekarno meresmikan Unair sebagai PTN mandiri bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Penetapan Status PTN-BH
2014

Unair ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum melalui Peraturan Pemerintah No. 30 Tahun 2014.

4. Perkembangan Kampus dan Status PTN-BH

Dalam perkembangannya, Universitas Airlangga memperluas kawasan kampus dan disiplin ilmunya yang tersebar di beberapa lokasi utama di Surabaya:

  • Kampus A (Dr. Soetomo): Pusat sejarah sains kesehatan yang menaungi Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG).

  • Kampus B (Dharmawangsa): Pusat rumpun Sosial dan Humaniora, menaungi Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, FISIP, Fakultas Psikologi, serta Fakultas Ilmu Budaya.

  • Kampus C (Mulyorejo): Pusat rektorat dan ilmu-ilmu eksakta, seperti Fakultas Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Hewan, Fakultas Keperawatan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, serta Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM).

  • Status PTN-BH: Pada tahun 2014, melalui PP No. 30 Tahun 2014, Unair resmi menyandang status PTN Berbadan Hukum, memperkuat otonomi akademik serta peringkatnya di jajaran 400 besar perguruan tinggi terbaik dunia versi QS World University Rankings.

5. Lambang Universitas Airlangga

Lambang Universitas Airlangga (Unair) bersumber dari meterai Kerajaan Kahuripan di bawah kepemimpinan Prabu Airlangga. Lambang ini bukan sekadar identitas visual, melainkan wujud simbolis keagungan, kejayaan, dan nilai keilmuan yang abadi.

Elemen-Elemen Utama dan Maknanya

  • Garuda Mukti (Tunggangan Batara Wisnu): Garuda Mukti digambarkan sebagai wujud tunggangan Batara Wisnu (yang diidentifikasikan dengan Prabu Airlangga). Sosok ini melambangkan ketangguhan, keberanian, kebijaksanaan, kesaktian, serta kehalusan budi dalam mengemban misi kebaikan.

  • Guci Berisi Air Amrta: Di dalam lambang, Garuda Mukti memegang/membawa sebuah guci yang berisikan Air Amrta. Menurut mitologi dan filosofi kebudayaan Nusantara, Air Amrta adalah air kehidupan abadi. Dalam konteks akademis, hal ini disimbolkan sebagai ilmu pengetahuan yang tidak pernah habis/sumber ilmu abadi.

  • Mata Rantai Emas (Bingkai Lingkaran Luar): Lingkaran mata rantai emas yang mengelilingi gambar utama melambangkan para mahasiswa dan civitas akademika Universitas Airlangga. Kehadiran mata rantai ini merepresentasikan persatuan dan ikatan yang tidak pernah terputus demi kejayaan almamater, bangsa, dan kemanusiaan.

Filosofi Warna

Warna utama pada identitas visual Unair memiliki latar belakang sejarah tersendiri:

  • Kuning: Melambangkan keagungan, keluhuran, dan kejayaan.

  • Biru: Melambangkan jiwa ksatria, ketenangan, serta kedalaman ilmu pengetahuan.

Sejarah Penetapan Warna: Warna kuning dan biru diambil dari warna selubung kain yang menutupi Arca Wisnu pada saat upacara peresmian Universitas Airlangga oleh Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, pada tanggal 10 November 1954. Presiden Soekarno mengamanatkan agar momen dan warna tersebut diabadikan sebagai bendera serta identitas resmi universitas.

6. Fakultas dan Program Studi Unggulan Universitas Airlangga

Universitas Airlangga (Unair) memiliki 16 Fakultas dan 1 Sekolah Pascasarjana, yang menaungi puluhan program studi dari jenjang Diploma (Vokasi), Sarjana (S1), Magister (S2), Doktor (S3), hingga Profesi dan Spesialis.

Sesuai dengan semboyannya, "Excellence with Morality", Unair unggul di berbagai bidang, khususnya dalam rumpun kesehatan, sains-teknologi terapan, serta ilmu sosial dan hukum.

1. Rumpun Kesehatan & Sains Hayati (Health & Life Sciences)

Sebagai pelopor pendidikan kedokteran di Indonesia Timur sejak era NIAS (1913), rumpun kesehatan merupakan kekuatan utama Unair:

  • Fakultas Kedokteran (FK)

    • Prodi Unggulan: Kedokteran, Kebidanan. (Salah satu prodi kedokteran terbaik dan tertua di Indonesia).

  • Fakultas Kedokteran Gigi (FKG)

    • Prodi Unggulan: Kedokteran Gigi. (Cikal bakalnya dari STOVIT tahun 1928, pioneer ilmu kedokteran gigi di Indonesia).

  • Fakultas Farmasi (FF)

    • Prodi Unggulan: Farmasi / Spesialis Farmasi. (Memiliki akreditasi internasional ASIIN/ASIIN).

  • Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM)

    • Prodi Unggulan: Kesehatan Masyarakat, Gizi.

  • Fakultas Kedokteran Hewan (FKH)

    • Prodi Unggulan: Kedokteran Hewan. (Rumah Sakit Hewan Unair merupakan salah satu yang terbesar dan terlengkap).

  • Fakultas Keperawatan (FKp)

    • Prodi Unggulan: Keperawatan.

2. Rumpun Sosio-Humaniora & Bisnis (Social Sciences, Humanities & Business)

  • Fakultas Hukum (FH)

    • Prodi Unggulan: Ilmu Hukum. (Memiliki akreditasi internasional FIBAA dan masuk jajaran prodi hukum terbaik di Indonesia).

  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)

    • Prodi Unggulan: Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Ekonomi Syariah. (Terakreditasi internasional ABEST21 dan FIBAA).

  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)

    • Prodi Unggulan: Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik, Sosiologi, Antropologi.

  • Fakultas Psikologi (FPsi)

    • Prodi Unggulan: Psikologi.

  • Fakultas Ilmu Budaya (FIB)

    • Prodi Unggulan: Bahasa dan Sastra Inggris, Bahasa dan Sastra Indonesia, Studi Kejepangan, Ilmu Sejarah.

3. Rumpun Sains, Teknik & Multidisiplin (Science & Technology)

  • Fakultas Sains dan Teknologi (FST)

    • Prodi Unggulan: Matematika, Sistem Informasi, Biologi, Kimia, Fisika, Teknik Lingkungan, Teknik Biomedis.

  • Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK)

    • Prodi Unggulan: Akuakultur, Teknologi Hasil Perikanan.

  • Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM)(Fakultas Terbaru Unair)

    • Prodi Unggulan: Rekayasa Nanoteknologi, Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan (AI), Data Science (Sains Data), Teknik Industri, Teknologi Sains Data.

4. Pendidikan Vokasi & Pascasarjana

  • Fakultas Vokasi: Mengelola berbagai program Diploma (D3 & D4) terapan seperti Perbankan dan Keuangan, Manajemen Pemasaran, Fisioterapi, Teknologi Laboratorium Medis, hingga Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

  • Sekolah Pascasarjana: Mengelola program multidisiplin seperti Ilmu Forensik, Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), Imunologi, dan Kajian Hak Asasi Manusia.

Program Studi Favorit & Keketatan Tinggi di Unair

Berdasarkan data seleksi nasional (SNBP, SNBT, dan Jalur Mandiri), program studi favorit dengan persaingan paling ketat di Unair meliputi:

  1. Rumpun Saintek/Kesehatan: Kedokteran, Kedokteran Gigi, Farmasi, Teknik Robotika & AI, serta Sains Data.

  2. Rumpun Soshum: Psikologi, Ilmu Hukum, Manajemen, Akuntansi, dan Ilmu Komunikasi.

Semoga bermanfaat
Share this article :
 
Support : Copyright © 2015. Info Panduan Cek - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger